Seperti Apakah Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium?

0
109
K3 Laboratorium
K3 Laboratorium

Resiko kecelakaan di laboratorium dapat dicegah dengan adanya jaminan keselamatan kerja di laboratorium. Sebagai tempat banyak orang melakukan percobaan, laboratorium menjadi tempat yang memiliki peluang besar terjadinya kecelakaan. Bukan hanya dari cara kerja yang keliru, kelalaian dalam menggunakan bahan dan alat laboratorium juga berpotensi besar menimbulkan kecelakaan kerja di laboratorium. Kecelakaan ini tidak hanya akan menimbulkan luka atau kerugian bagi laboran tapi juga kerugian pada semua pihak. Meski kecelakaan kerja di laboratorium ini seringkali terjadi, namun tidak berarti sulit untuk dicegah. Dengan menerapkan prosedur keselamatan kerja yang telah diterapkan laboratorium, Anda bisa lebih nyaman dan tenang bekerja.

 Potensi bahaya di laboratorium

Setiap orang yang bekerja di laboratorium harus menyadari potensi bahaya yang mungkin terjadi selama bekerja. Menyadari potensi bahaya ini akan membuat Anda lebih berhati-hati saat bekerja. Berikut ini beberapa potensi bahaya yang mungkin terjadi di laboratorium:

  • Bahaya kebakaran hingga dapat menimbulkan ledakan yang disulut oleh bahan mudah terbakar
  • Keracunan dan korosif
  • Bahaya radiasi
  • Luka bakar dan luka sayat karena pecahan gelas atau benda tajam tertentu
  • Syok karena tersengat aliran listrik

Potensi bahaya yang ada selama bekerja di laboratorium ini harus diketahui secara mendetail oleh setiap orang yang bekerja di dalamnya baik melalui workshop atau dengan buku panduan tertentu. Mengetahui potensi bahaya bekerja di laboratorium akan membuat setiap orang yang bekerja di laboratorium selalu berhati-hati terutama ketika menggunakan bahan dan alat tertentu yang sangat reaktif. Selain berhati-hati, disiplin juga harus diterapkan terutama yag berkaitan dengan cara kerja, penggunaan bahan dan alat serta cara menyimpan bahan juga alat. Kedisiplinan ini akan menunjang keselamatan kerja di laboratorium sehingga dapat mencegah potensi bahaya yang terjadi karena kesalahan menggunakan bahan dan alat.

 Prinsip penyimpanan bahan dan alat laboratorium

Seperti sudah diketahui bahwa kecelakaan kerja di laboratorium terjadi karena penggunaan bahan dan alat yang keliru. Selain penggunaan yang ceroboh, cara menyimpan bahan dan alat yang salah juga dapat beresiko kecelakaan. Hingga diperlukan pengaturan baku cara penyimpanan bahan dan alat yang digunakan oleh pekerja laboratorium.

  • Prinsip aman. Penyimpanan bahan dan alat yang digunakan selama bekerja di laboratorium harus memenuhi prinsip aman. Maksud dari aman disini adalah terjamin dari pencurian sekaligus kerusakan. Terutama alat-alat laboratorium yang mahal harus disimpan di tempat yang aman dan terkunci. Prinsip aman ini untuk menghindari resiko kehilangan hingga kerusakan yang dapat menyebabkan fungsi alat berkurang hingga beresiko menimbulkan kecelakaan selama bekerja.
  • Prinsip mudah dicari. Penyimpanan bahan dan alat laboratorium juga harus memenuhi prinsip mudah dicari. Setiap bahan dan alat harus disimpan di tempat penyimpanan yang mudah dicari. Bila perlu gunakan label atau keterangan tertentu untuk memudahkan pencarian bahan dan alat yang digunakan untuk bekerja di laboratorium. Bahan dan alat yang mudah dicari akan membuat kerja di laboratorium semakin cepat selesai.
  • Prinsip mudah diambil. Menyimpan bahan dan alat laboratorium harus memenuhi prinsip mudah diambil. Artinya setiap bahan dan alat yang digunakan bekerja di laboratorium harus disimpan di tempat penyimpanan dengan ukuran dimensi yang sesuai dengan besar alat. Selain itu tempat penyimpanan juga harus menyesuaikan diri dengan luas ruangan laboratorium. Sehingga bahan dan juga alat laboratorium tidak dipaksa berdesakan. Hal ini akan membuat bahan dan alat lebih mudah diambil sehingga keselamatan kerja di laboratorium lebih terjamin.